Tugas 7 IP Adsress dan Subnetting

Published Maret 24, 2012 by refiana92

Refiana Nur Solecha
Mata Kuliah Jaringan Informasi Digital
Program Studi D3 Perpustakaan
Universitas Negeri Malang
Dosen Pembimbing : Moh. Safii, S.Kom

Oleh
Kelompok 7:
Puspita Juni (100213300538)
Refiana Nur Solecha (100213306147)
Sri Juwita M (100213300533)
Widiah Ayuarti (100213306155)
Winda Hanifa (100213300537)

Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting
Alamat IP
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

IP versi 4 (IPv4)
IP versi 6 (IPv6)

*Perbandingan Alamat IPv6 dan IPv4 :
Tabel berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.
Kriteria

Alamat IP versi 4

Alamat IP versi 6
Panjang alamat

32 bit

128 bit
Jumlah total host (teoritis)

232=±4 miliar host

2128
Menggunakan kelas alamat

Ya, kelas A, B, C, D, dan E.
Belakangan tidak digunakan lagi, mengingat telah tidak relevan dengan perkembangan jaringan Internet yang pesat.

Tidak
Alamat multicast

Kelas D, yaitu 224.0.0.0/4

Alamat multicast IPv6, yaitu FF00:/8
Alamat broadcast

Ada

Tidak ada
Alamat yang belum ditentukan

0.0.0.0

::
Alamat loopback

127.0.0.1

::1
Alamat IP publik

Alamat IP publik IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet (IANA)

Alamat IPv6 unicast global
Alamat IP pribadi

Alamat IP pribadi IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet

Alamat IPv6 unicast site-local (FEC0::/48)
Konfigurasi alamat otomatis

Ya (APIPA)

Alamat IPv6 unicast link-local (FE80::/64)
Representasi tekstual

Dotted decimal format notation

Colon hexadecimal format notation
Fungsi Prefiks

Subnet mask atau panjang prefiks

Panjang prefiks
Resolusi alamat DNS

A Resource Record (Single A)

AAAA Resource Record (Quad A)

Perhitungan Ip Address :
1. Perhitungan IP Address
2. Sistem Bilangan Bilangan Biner ; Perpangkatan 2 0 dan 1 Bilangan Oktal ; Perpangkatan 8 0-7 Bilangan Desimal ; Perpangkatan 10 0-9 Bilangan Hexa ; Perpangkatan 16 0-F
3. 10000 20 10 16 1111 17 F 15 10001 21 11 17 1100 14 C 12 1011 13 B 11 1010 12 A 10 1001 11 9 9 1000 10 8 8 0111 7 7 7 0001 1 1 1 0000 0 0 0 Biner Oktal Hex Desimal
4. PENGALAMATAN DAN PENAMAAN PADA INTERNET Setiap simpul didalam Internet membutuhkan alamat tertentu yang bersifat unik untuk dapat berkomunikasi Alamat ini dipergunakan protokol IP untuk mengidentifikasikan host – host dan merutekan datagram diantara mereka Setiap simpul juga membutuhkan nama untuk memudahkan dalam mengingat simpul dalam internet , nama ini ditranslasikan ke dalam alamat uniknya
5. Alamat Internet(Internet Address) Bersifat uniq  Logical address Tersusun dari 32 bit(4 oktet)  1 oktet = 8 bit Terbagi menjadi 2 bagian : 1. Alamat jaringan/Netid(Network address) 2. Alamat Host/Hostid Kelas
6. Alamat jaringan ( netid ) mengidentifikasi jaringan tempat host tersebut terhubung secara langsung(bit – bit terkiri) Alamat host (hostid) mengidentifikasi host tersebut secara individu(bit – bit selain netid—terkanan)
7. Format Umum Alamat Internet Tiap oktet dipisah dengan notasi dot (titik) Tiap oktet dirubah ke dalam angka desimal dan dipisah oleh dot Contoh : 10000000 00001011 00000011 011111 11 128.11.3.31
8. Kelas – Kelas IP Address Ditentukan oleh besar ukuran jaringan Terbagi dalam 5 kelas : 1. Kelas A : digunakan untuk jaringan yang sangat besar. 2. Kelas B : digunakan untuk jaringan yang ukurannya medium. 3. Kelas C : digunakan untukjaringan yang ukurannya kecil. 4. Kelas D : digunakan untuk IP multicasting 5. Kelas E : dicadangkan untuk penggunaan eksperimen.
9. Kelas A Dalam kelas A ini oktet (8 bit) pertama adalah netid. kelas A ini memiliki jaringan atau 128 jaringan yang tersedia 24 bit digunakan sebagai hostid. Setiap netid memiliki host atau 16.777.216 host/router. Kelas A cocok untuk mendisain organisasi komputer yang jumlahnya sangat besar dalam jaringannya.
10. Kelas B Dalam kelas B ini 2 oktet (16 bit) pertama adalah netid. Kelas B ini memiliki jaringan atau 16.384 jaringan yang tersedia 16 bit sisa digunakan sebagai hostid. Setiap netid memiliki host atau 65.536 host/router. Kelas B cocok untuk mendisain organisasi komputer organisasi komputer dalam jumlah menengah.
11. Kelas C Dalam kelas C ini 3 oktet (24 bit) pertama adalah netid. Kelas C ini memiliki jaringan atau 2.097.152 jaringan yang tersedia 8 bit sisa digunakan sebagai hostid. Setiap netid memiliki host atau 256 host/router. Kelas C cocok untuk mendisain organisasi komputer organisasi komputer dalam jumlah kecil.
12. Kelas D Khusus kelas D ini digunakan untuk tujuan multicasting . Dalam kelas ini tidak lagi dibahas mengenai netid dan hostid. Alamat multicast adalah komunikasi one-to-many . Paket yang dikirim oleh sebuah host menuju kelompok tujuan ( group of destination ).
13. Kelas E Kelas E disisakan untuk pengunaan khusus, biasanya untuk kepentingan riset. Juga tidak ada dikenal netid dan hostid di sini.
14. Pembatasan Alamat IP Beberapa alamat IP mempunyai penggunaan khusus dan tidak dapat digunakan untuk mengenali jaringan atau host Netid dan Hostid 0 (biner 00000000) tidak diijinkan karena 0 berarti “jaringan ini”. contoh 155.124.0.0 mengenali jaringan 155.124 Netid 127 (biner 01111111) merupakan alamat loopback, dipergunakan untuk memeriksa konfigurasi jaringan host Hostid 255 merupakan alamat broadcast. suatu pesan yang dikirimkan ke 183.20.255.255 disebarkan ke setiap host pada jaringan 183.20 Oktet terakhir dari alamat IP tidak boleh 0 atau 255
15. Adanya pembatasan alamat diatas menyebabkan alamat IP yang tersedia secara aktual seperti tabel di bawah 254 2.097.152 223 192 C 65.534 16.384 191 128 B 16.277.214 126 126 1 A Hostid Netid Sampai Dari Kelas
16. Jaringan Private Jika sebuah organisasi ingin membangun jaringan komputer dan tidak membutuhkan terkoneksi pada jaringan internet, ada 3 pilihan untuk pembuatan alamat-alamat IP nya : 1. Dapat menggunakan sebuah alamat yang unique tanpa menghubungkan ke internet. Namun ini akan sangat menguntungkan apabila di kemudian hari berniat untuk menghubungkan jaringan private-nya ke internet tidak akan timbul masalah lagi. Namun nampaknya untuk kelas A dan B sudah tidak memungkinkan lagi karena sudah dimiliki oleh organisasi yang terhubung ke internet. 2. Bisa juga menggunakan sembarang alamat IP dari kelas A, B dan C. Namun ini akan sanagat menyulitkan apabila organisasi tersebut berniat terhubung ke internet. 3. Pilihan 1 dan 2 masih memiliki masalah, maka otoritas pencatatan alamat internet telah mencadangkan range alamat-alamat tertentu dari kelas A, B dan C yang bisa digunakan oleh organisasi manapun sebagai jaringan private. Tentu saja, di dalam internet, alamat khusus ini tidak akan dikenal dan diabaikan.
17. Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada kelas A, B dan C. Gambar. Jaringan dengan 2 tingkat hierarki (tanpa subnetting)
18. Jaringan dengan 3 tingkat hierarki (dengan subnetting)
19. Subnet Masking Subnetid dibuat dengan mengambil bit dari field hostid menggunakan teknik subnet masking 10100001 0111011 10110111 10110111 ip adress 11111111 1111111 11110000 00000000 subnet mask 10100001 0111011 10110111 10110111 Net id Subnetid Hostid Kelas B
20. Subnet Mask selalu terdiri dari bit – bit orde tinggi 0 128 192 224 240 248 252 254 255 Alamat kelas B, subnetmask 255.255.255.0 mengalokasikan oktet ke 3 sbg alamat subnet, sehingga ada 254 subnetid yang mungkin Catatan : Subnetid tidak dapat berisi 0 atau 1 seluruhnya seperti layaknya netid
21. Subnet Mask Default Kelas A : 255.0.0.0 Kelas B : 255.255.0.0 Kelas C : 255.255.255.0.

Subnetting
Pengertian Subnetting
Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telahanda miliki. Contoh kasus diperiukannya subnetting: Sebuah perusahaan memperoleh IP address network kelas C 192.168.0.0. Dengan IP network tersebut maka akan didapatkan sebanyak 254 (28-2) alamat IP address yang dapat kita pasang pada komputer yang terkoneksi ke jaringan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengelola jaringan dengan jumlah komputer lebih dari 254 tersebut. Tentu tidak mungkin jika anda harus menempatkan komputer sebanyak itu dalam satu lokasi. Jika anda hanya menggunakan 30 komputer dalam satu kantor, maka ada 224 IP address yang tidak akan terpakai. Untuk mensiasati jumlah IP address yang tidak terpakai tersebut dengan jalan membagi IP network menjadi beberapa network yang lebih kecil yang disebut subnet.
Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah: 2n -2 n adalah jumlah bit yang diselubungi
Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet = 2N – 2 N adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID
Fungsi Subnetting
Fungsi subnetting antara lain sbb:

Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
Pengelolaan yang disederhanakan.
Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh,

Untuk contohnya kita bisa ambil kasus sbb : WAN yang menggunakan jaringan antar kota yang berbeda. lebih optimpal jaringan tersebut dengan subnetting.
Proses Subnetting
Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :

Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask
Menentukan jumlah host per subnet
Menentukan subnet yang valid
Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet
Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet

Perhitungan Subnet

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.


*Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask

Nilai CIDR
255.128.0.0

/9
255.192.0.0

/10
255.224.0.0

/11
255.240.0.0

/12
255.248.0.0

/13
255.252.0.0

/14
255.254.0.0

/15
255.255.0.0

/16
255.255.128.0

/17
255.255.192.0

/18
255.255.224.0

/19

Subnet Mask

Nilai CIDR
255.255.240.0

/20
255.255.248.0

/21
255.255.252.0

/22
255.255.254.0

/23
255.255.255.0

/24
255.255.255.128

/25
255.255.255.192

/26
255.255.255.224

/27
255.255.255.240

/28
255.255.255.248

/29
255.255.255.252

/30

*SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan!
Pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Subnet

192.168.1.0

192.168.1.64

192.168.1.128

192.168.1.192
Host Pertama

192.168.1.1

192.168.1.65

192.168.1.129

192.168.1.193
Host Terakhir

192.168.1.62

192.168.1.126

192.168.1.190

192.168.1.254
Broadcast

192.168.1.63

192.168.1.127

192.168.1.191

192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask

Nilai CIDR
255.255.255.128

/25
255.255.255.192

/26
255.255.255.224

/27
255.255.255.240

/28
255.255.255.248

/29
255.255.255.252

/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask

Nilai CIDR
255.255.128.0

/17
255.255.192.0

/18
255.255.224.0

/19
255.255.240.0

/20
255.255.248.0

/21
255.255.252.0

/22
255.255.254.0

/23
255.255.255.0

/24

Subnet Mask

Nilai CIDR
255.255.255.128

/25
255.255.255.192

/26
255.255.255.224

/27
255.255.255.240

/28
255.255.255.248

/29
255.255.255.252

/30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:

Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet

172.16.0.0

172.16.64.0

172.16.128.0

172.16.192.0
Host Pertama

172.16.0.1

172.16.64.1

172.16.128.1

172.16.192.1
Host Terakhir

172.16.63.254

172.16.127.254

172.16.191.254

172.16.255.254
Broadcast

172.16.63.255

172.16.127.255

172.16.191.255

172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:

Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet

172.16.0.0

172.16.0.128

172.16.1.0

172.16.255.128
Host Pertama

172.16.0.1

172.16.0.129

172.16.1.1

172.16.255.129
Host Terakhir

172.16.0.126

172.16.0.254

172.16.1.126

172.16.255.254
Broadcast

172.16.0.127

172.16.0.255

172.16.1.127

172.16.255.255
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:

Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet

10.0.0.0

10.1.0.0

10.254.0.0

10.255.0.0
Host Pertama

10.0.0.1

10.1.0.1

10.254.0.1

10.255.0.1
Host Terakhir

10.0.255.254

10.1.255.254

10.254.255.254

10.255.255.254
Broadcast

10.0.255.255

10.1.255.255

10.254.255.255

10.255.255.255
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2.

REFERENSI

Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.
http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP
http://blogs.itb.ac.id/adims/?p=23
http://blogs.itb.ac.id/adims/?p=19
http://www.slideshare.net/amilbusthon7/perhitungan-ip-address-1


http://blog.unsri.ac.id/qiodaimi/tugas-kuliah/pengertian-dan-fungsi-subneting-serta-pengertian-vlsm/mrdetail/40269/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: